Halo everyone! Good morning! おはようございます!
Hari ini gue akan sedikit bercuap-cuap tentang cinta dan kuliah. Tema ini gue ambil berdasarkan pengalaman pribadi.
Oke, begini. Apa sih yang membuat kalian tertarik untuk mendalami lebih jauh tentang cinta? Apa karena kalian udah kuliah lalu akhirnya merasa diri kalian sudah cukup dewasa untuk merasakan cinta? Mungkin gue adalah salah satunya orang yang kurang begitu percaya sama cinta-cintaan. Males buat mengumbar, males buat cerita, mungkin hanya kepada orang terdekat dan teman lelaki. Kenapa sama teman lelaki? Soalnya mereka lebih dan jauh pengertian. Beberapa survey membuktikan, mereka merasa 'sayang' kepada sahabat wanitanya karena wanita memang harus dilindungi dan disayangi. Diajak ngobrol serius, pasti bisa. Seperti pengalaman gue berkali-kali dengan teman cowok yang berbeda-beda.
Ketika perasaan cinta yang besar itu timbul, maka ga akan ada yang bisa melawannya apalagi mencegahnya. Gue pun mengalami hal yang demikian. Gue anggap ini adalah suatu pelajaran baru yang harus gue tempuh sampai akhirnya gue harus mengalami hal buruk yang ternyata adalah indah. Mungkin bagi beberapa orang yang pintar mengatakan jangan malas kepada orang yang ternyata dianggapnya bodoh. Tidak ada orang yang bodoh kok. Hanya saja mereka punya alasan tersendiri mengapa nilai-nilainya jelek, banyak mata kuliah yang harus diulang, dan (kemungkinan) tidak bisa lulus tahun ini. Kenapa? Mereka punya seribu alasan yang mungkin tidak orang ketahui.
Salah satu alasan itu adalah malas. Ya, kata malas itu manusiawi kok. Kalau ada manusia yang tidak malas berarti dia itu layaknya malaikat kali ya. Lalu, bagaimana untuk mereka yang memiliki alasan lain mengapa tidak bisa lulus sesuai dengan target awal? Beberapa cerita mungkin akan gue jabarkan perlahan.
Pertama, ada orang yang merasa nyaman dengan bekerja. Sehingga mereka lupa kalau sebenarnya mereka masih memiliki tanggung jawab untuk kuliah. Mencari uang memang lebih menyenangkan dibandingkan menimba ilmu. Keduanya memang penting. Hanya saja mungkin harus lebih pintar membagi waktu supaya tidak ada yang terlewati. Kedua, mereka memiliki tanggung jawab untuk membantu tugas orang tua. Ini adalah salah satu cerita yang gue ambil berdasarkan kejadian nyata. Baru pertama kali gue ngeliat ada kisah seperti ini. Dia bahkan menghabiskan 24 jam untuk orang lain. Bukan untuk diri sendiri. Belajar, bekerja, berpikir, dan bermain semuanya untuk orang lain. Dan untuk siapapun itu yang pernah nyindir dia lewat gue--please mengerti karena kalian masih memiliki 24 jam bebas tanpa hambatan. Mungkin tidak disuruh orang tua ini-itu, kakak atau saudara. Mungkin tidak diminta untuk beli rokok--softex dan sebagainya sehingga niat belajar yang tadi dipendam malah jadi bikin males.
Itulah salah satu alasan kenapa gue ngga suka sama argumen orang-orang pinter itu. Setiap orang itu pasti memiliki kemampuan dan keberuntungan masing-masing. Gue percaya kok semua itu udah dikasih jalan nantinya sama Allah Swt. Dan gue bersyukur dikasih liat itu. Setidaknya, ini menjadi pembelajaran buat gue juga supaya nantinya tidak ada lagi kata malas buat belajar sehingga lulus menjadi prioritas utama.
Ada juga kisah dari senior gue yang ternyata sampai tahun ini dia belum bisa lulus. Karena apa? Mondar-mandir balik ke Jepang. Secara kasar, dia mungkin ngga perlu kata lulus dari kampusnya itu karena sudah lama tinggal disana dan mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan. Kata lulus itu mungkin hanya untuk peresmiannya saja. Setiap orang bisa kok mendapatkan pekerjaan apa saja yang penting halal pada saat kapanpun itu. Karena rejeki Allah Swt akan selalu datang untuk orang yang mau berusaha dan terus berdoa kepadaNya. So, gue ngga akan lagi menyalahkan untuk orang atau teman-teman yang belum bisa lulus sesuai target awal. Mungkin mereka ingin cerita kepada kita apa alasannya. Tidak hanya kata 'malas' yang dapat keluar dari mulutnya.
And we have to be brave to choose every option nearly us. Seperti yang gue alami kemarin, baru saja gue nemuin temen baru yang ternyata suka bahasa juga. Kayaknya dia salah jurusan. Nah ini bisa dijadikan satu alasan nih! Lalu apalagi yang membuat gue terenyuh sama dia? Karena dia selain pintar bergaul, dia juga pintar membuat orang lain bersemangat. Dan itu yang menjadi motivasi gue kelak. Mungkin mengumpulkan teman sebanyak-banyaknya dan berbagi cerita membuat hidup kita akan lebih berarti. Ngga perlu dan ngga usah lagi menyalahkan orang lain. Seseorang yang membuat gue kagum masih ada setia sampai saat ini. Dia juga yang mengajarkan gue banyak hal tentang kehidupan. Dan ketika suatu saat nanti gue harus mengalami boredom in a relationship, mungkin hal itu ngga akan begitu berat gue pikul.
Remember, one person loves you, one person hates you. I mean, di dunia ini adil kok. Setiap ada orang yang suka sama kalian, pasti ada yang membenci. Ngga usah takut kehilangan, karena kita akan memiliki banyak hal untuk membuat dunia semakin akrab dengan kita. Dan lagi, masih banyak di dunia ini yang bisa kita ambil baiknya, lupakan sejenak tentang keburukan. Bersihkan hati kita untuk melihat yang baik. Dan berbuat kebaikan.
So, what makes you love someone until now?
<3
good, jadikan pengalaman sebagai guru terbaik
ReplyDeletetapi juga jangan kalah dengan rasa malas karena melihat orang lain ternyata bisa melakukan hal "wah" tanpa terlihat perjuangannyta dalam meraih kelulusan, dibalik itu mereka pasti punya bakat yang melebihi orang pada umumnya
itulah yang membuat segalanya menjadi mungkin walaupun orang itu tak pernah punya prestasi sekalipun
karena itu, pupuk bakat sejak dini
jika belum menemukannya, usahakan berjalan tetap pada garis biar nantinya bukan malah jadi orang yang tak mengerti apa-apa
g'morn...! (or was it evening? oh well. n.-')
ReplyDeletefrom my personal experience, as a man, i found that sharing with my girl friends(enjoin those words and you're now reading a comment from a nymphomaniac--trivia.)is a relaxing and comfortable experience. i think a woman who is a great listener would make a great mother.:)
On to laziness. Sloth is lazy, hence, it is the namesake of a person who spends his/her time in idleness without doing anything. From what i read in this entry, there are GAZILLIONS of reason for someone not to finish their study on time, yet they do something like, to pick one at random, working part-time, or full-time, or even setting up a startup company, i.e. being an enterpreneur.
But i digress. The point is, as long as someone have the will to live, and to contribute to the well-being of the society, i'm pretty damn sure that someone is not a lazybone sloth deadbeat sleepyhead whatever. He/she's just walking the life path of his/her choice. We may stumble across sharp rocks which may cut, scar, or even cripple us and render us invalid. But as long as we live, we shall never surrender. Walk, don't run. And keep walking, till our last breath drawn, till our hearts stop beating.
As for the rest of my comment, the author may find it in some alternate universe.
I'm exaggerating, actually, she can find it in alternative music of the 90s.
...no, i was not exaggerating, i was kidding. she may find it in another medium. (perhaps the other medium is currently busy channeling their clients with the dead beloved ones.)
All in all, solid work. (you might want to add the source to the survey, just a tips from a random passer-by, though.-.-) thanks for being my inspiration, Miyuki-San. :)
Keep writing. Keep Blogging. ;)
P.S: what makes me love someone until now is her determination to reach her dreams no matter what adversity stands in her way. 'Come what may.', she said. After all, dreams are made to be realized, not to be mulled over. Over and out.
ReplyDeletewell, thank you for your comments. I think i got the point.<3
ReplyDeletewhy makes love interesting??because of it we care each other, because of it we alive and because of it we get happiness
ReplyDeletethank you :D
ReplyDelete