ありがとうございます!

Tuesday, August 23, 2011

#KadoLebaran---Save Street Child!


Mungkin sebagian dari kita masih mampu membeli baju lebaran, sepatu baru, dan masih bisa menikmati makanan khas Lebaran—rendang, opor ayam, dan ketupat sayur. Kadang kita melihat hal tersebut sudah sebagai tradisi atau bahkan serupa dengan kewajiban setiap tahunnya. Sehingga jika hal-hal di atas tak tersedia, tidak terasa suasana lebarannya. Berkumpul bersama keluarga, saudara, dan teman juga menjadi salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu saat lebaran.


Namun, pernahkah kita menyadari bahwa masih banyak dari teman-teman, adik-adik kita yang tidak memiliki kesempatan seperti itu? Orangtua mereka bekerja dengan hasil yang hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari—sehingga jangankan baju baru, makanan khas lebaran pun terasa tak mungkin untuk tersedia di rumah mereka.


Karena itu, kami dari komunitas berjejaring yang peduli anak jalanan, Save Street Child/SSC (@SaveStreetChild) ingin mengajak teman-teman sekalian merasakan nikmatnya berbagi kasih, berbagi kebersamaan dalam acara “Kado Lebaran” (#KadoLebaran)


Nama Kegiatan:

#KadoLebaran


Bentuk Kegiatan:

- Membagikan kado lebaran berupa perlengkapan belajar kepada adik-adik usia pra SD dari Rumah Singgah Sumbangsih, Kel. Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

- Memberikan bantuan perlengkapan kelas kepada pengurus Rumah Singgah.

- Memberikan pengalaman bermain bersama, menghibur mereka dengan penampilan music/tari, serta sesi mendongeng.


Mengapa Rumah Singgah Sumbangsih, Kamal Muara?
Rumah Singgah Sumbangsih adalah sarana kegiatan pendidikan non-formal untuk anak-anak nelayan kurang mampu, terletak di Jl. Kamal Muara Pantai RT007/09 Kp. Nelayan, Kel. Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara 14470.



Source: http://helpinghandsproject.multiply.com/journal/item/11


Kampung Kamal Muara masih bagian dari kota Jakarta, terletak kurang lebih 20 hingga 30 km dari pusat kota, yang merupakan kampung nelayan padat huni. Banjir rob (genangan air laut) setinggi mata kaki hingga rata-rata 20-30 cm, hampir setiap hari menggenangi kampung ini. Tumpukan sampah dan tanah becek, yang menghasilkan bau amis khas kampung nelayan, menjadi pemandangan keseharian tempat itu. Rumah warga saling berhimpitan rapat. Sebagian besar warga Kampung Muara mencari nafkah sebagai nelayan, penjual ikan, buruh kasar dan berjualan makanan.


Sejarah berdirinya Rumah Singgah Sumbangsih berawal di tahun 2009, saat Ibu Indah (RT setempat) hendak mengajarkan baca tulis kepada anaknya yang akan masuk ke jenjang pendidikan SD di depan teras rumahnya. Sambil mengajak beberapa anak lain untuk memotivasi semangat belajar anaknya sendiri, ternyata kegiatan belajar bersama tanpa tarif itu mampu menarik minat masyarakat setempat yang kurang mampu. Mereka mulai menitipkan anak mereka ikut belajar, hingga murid bertambah mencapai 90 orang, dan teras rumah Ibu Indah pun tak memadai lagi. Kelas terpaksa pindah ke rumah kontrakan yang masih digunakan hingga saat ini.


Berangkat dengan bantuan dari Pundi Amal SCTV untuk biaya pembangunan Rumah Singgah “Sumbangsih” kini Ibu Indah memiliki 88 anak jenjang PAUD dengan dibantu 4 orang guru dengan gaji sebesar Rp.375,000/bulan dari total 150 anak secara keseluruhan (tingkat PAUD, SD, SMP, dan pendidikan nonformal lainnya). Dalam jenjang PAUD, bagi anak yang hendak mengikuti pendidikan tersebut, diharapkan dapat membayar iuran masuk sebesar Rp.25,000/anak dan iuran bulanan maksimal Rp.20,000/anak. Biaya operasional pendidikan digunakan dari iuran rutin bulanan. Dan jika tidak mencukupi, dana tersebut berasal dari keluarga Ibu Indah sendiri. Organisasi non-profit lain yang pernah membantu rumah singgah Sumbangsih adalah Helping Hands Project.


Saat ini, mereka sudah tidak menerima bantuan lagi. Sementara, iuran yang diterima untuk membiayai operasional belum mencukupi. Ditambah dengan kondisi jalan/akses yang mempersulit anak-anak menuju lokasi. Bahkan mereka harus mengatasi kebecekan jalan tersebut dengan menumpuk karung berisi kulit kerang untuk bisa berjalan dengan lebih nyaman. Bisa dibayangkan jika setiap hari mereka berjalan menggunakan karung tersebut karena gangnya dipenuhi oleh genangan air. Komunitas SSC tidak ingin membiarkan semangat belajar mereka padam karena lelah berjuang dan merasa sendirian, karena kita tidak peduli dan tidak melakukan apapun untuk mereka.


Source: http://www.iesr-indonesia.org/materi-kampanye/energy-service-for-all/solar-untuk-syamsudin-dan-minyak-untuk-dati/


Tujuan:
- Berbagi dengan adik-adik kecil usia pra SD, agar mereka tetap bisa merasakan manisnya kebersamaan dalam suasana Lebaran

- Silaturahim antar anggota Save Street Child, relawan, dan adik-adik Rumah Singgah Sumbangsih

- Meningkatkan kesadaran sosial akan pentingnya peduli dan berbagi dengan mereka yang kurang beruntung

Waktu dan Lokasi Acara:

Minggu, 11 September 2011, [lokasi sedang dikonfirmasikan]


Panitia:
Ketua Panitia: Riska Amelia (@amelriska)
Sekretaris: Lydia Oktariani (@LydiaOktariani)
Bendahara: Anggi Pratiwi (@anggipratiwi23)
Humas:
Mutya Juni Rizki (@tyatyamutya)
Taufan Muhammad (@3pL2)
Koordinasi Acara:
Yasmine Safitri (@jeng_billie)
Bisma Jenkins (@bismajenkins)
Laura Stephannie (@laulaohlaula)
Koordinasi Survey:
Ricky Gumilang (@rickysinbad)
Heru Yhs (@herusyalala)
Dokumentasi:
Annisa Widyayuliana (@icha_widya)
Grio Akhir (@grio_akhir)
Ferdano Hexo (@nando_hexo)
Logistik
- Konsumsi:
Ayu R. Mulia (@ayuzrastian)
Anggi Pratiwi (@anggipratiwi23)
Irsyad Roiz (@Irsyad_Roiz)
- Kado dan Transportasi:
Ade Herdiana (@Dhe_Herdy)
Anggi Pratiwi (@anggipratiwi23)
Sherin Laura (@sherinlaura)

Shei Latiefah (@sheilayla)


Mau berpartisipasi?

Volunteer hanya diminta untuk daftar ke Mutya — @tyatyamutya (085693952893) lalu transfer sebesar Rp.50,000 untuk donasi per orang melalui melalui rekening:

- Mandiri 0060006142214

- BCA 2861523715

Keduanya atas nama Riska Amelia.


Donasi itu akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan :

a. Kado (@ Rp. 20.000)

b. Transportasi (@ Rp. 10.000)

c. Makan siang untuk volunteer dan 1 adik (@ Rp. 10.000x 2)


Pendaftaran volunteer ditutup tanggal 3 September 2011 ya kak :)

Diusahakan saat mendaftar langsung transfer ya!


Kami juga menerima donasi berupa buku-buku cerita bergambar ataupun poster-poster edukasi yang nantinya akan kami sumbangkan untuk Rumah Singgah Sumbangsih tersebut.


Ayo kakak! Tunggu apa lagi! Follow twitter kami @SaveStreetChild untuk info lebih lanjut dan hubungi Mutya (@tyatyamutya) di 085693952893 jika ada pertanyaan detil seputar acara ini. Bergabunglah bersama kami untuk mengalami Lebaran yang berbeda!



2 COMMENTS:


  1. :D Hi,
    sudah pernah coba makan sushi di Yatai belum?

    itu loohh...
    warung sushi angkringan ala jepang
    (NIHON NO YATAI)

    tempat makan sushi paling murah, enak & unik !!

    di jakarta dah ada warung angkringan ala jepang gitu.. namanya:

    ZUSHIODA
    japanese street sushi

    jl.Tebet raya no.55c
    Tlp: 021 965 821 55
    samping seven eleven tebet
    jakarta selatan

    Trend baru makan sushi di angkringan ala jepang, pertama dan satu satunya di indonesia!
    cukup bawa budget Rp.25.000 saja per orang buat nyobain berbagai macam sushi fusion yang engga ada duanya sampe puas!!

    buat kamu yang suka makan makanan pedas, kita juga ada menu sushi yang menyajikan sushi dengan cita rasa pedas! yakni [b]SPICY MONSTER roll (Rp.17.500) & CHIGYO roll (Rp.14.000) yang di bakar dan di goreng

    cobain juga menu salmon atau gindara cheezy aburi mentai yang unik! daging ikan yang di bakar dengan toppingan saus spicy mentai dan keju yg melted !! hmmm... yummy !! 3pcs nya cuma 15.000 aja

    khususnya buat pecinta minuman, kita juga ada special Ogura coffee (kopi kacang merah) yang rasanya uniik bgt ! sake (arak jepang), ocha yang gratis refill serta appetizer ala jepang lainnya seperti edamame,chuka idako dan sebagainya yang pasti termurah se-indonesia !!
    untuk rasa & kualitas, silahkan bandingkan dengan resto sushi ternama :D

    dapatkan promo menarik setiap harinya dengan hanya follow twitter kami : @zushioda


    SUMBER:

    http://zushioda.blogspot.com

    ReplyDelete